Mechine Learning tentang revolusi industri 4.0

 Nama           : Aris Sofian

NIM              : 18.01.013.022

Mata kuliah : Mechine Learning A


A.Pengertian dan perbedaan  industri 4.0 dengan revolusi sebelumnya

 a.Pengertian  industri 4.0

 Revolusi industri 4.0 merupakan perubahan fundamental di bidang industri yang telah memasuki era baru. Gelombang keempat dari perjalanan dan perkembangan revolusi industri. Sebab itulah disebut dengan revolusi industri 4.0.

 Secara sederhana, revolusi industri 4.0 dapat dipahami sebagai perkembangan teknologi pabrik yang mengarah pada otomasi dan pertukaran data terkini secara mudah dan cepat yang mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala (internet of things), komputasi awan (cloud computing), dan komputasi kognitif. Otomasi sendiri merupakan sebuah teknik penggunaan mesin yang disertai dengan teknologi dan sistem kontrol guna mengoptimalkan produksi dan pengiriman barang serta jasa. Dalam teknik ini, peran tenaga kerja manusia tak lagi mendominasi, karena kerja mesin-mesin robotik mampu bekerja lebih cepat dengan hasil yang lebih baik dalam kuantitas maupun kualitas.

    b.Perbedaan revolusi industri 4.0 dengan            revolusi sebelumnya dari (1.0- 4.0)

 Selama ber abad abad, kebutuhan manusia seperti makanan, pakaian, rumah dan persenjataan diproduksi dengan tangan atau dengan bantuan hewan pekerja, pada awal abad ke-19, manufaktur mulai berubah secara dramatis dengan diperkenalkannya industri 1.0 dan teknologi berkembang pesat dari sana

    Industri 1.0

 Pada tahun 1800-an, mesin mesin bertenaga air dan uap dikembangkan untuk membantu para pekerja. Seiring dengan meningkatnya kemampuan prooduuksi, bisnis juga tumbuh dari pemilik usaha perorangan yang mengurus sendiri bisnisnya dan atau meminta bantuan tetangganya sebagai pekerja.

     Industri 2.0

 Pada awal abad ke-2.0, listrik menjadi sumber utama kekuasaan. Penggunaan listrik lebih efektif dari pada tenaga uap atau air karena produksi difokuskan ke satu mesin. Akhirnya mesin dirancang dengan sumber daya mereka sendiri, membuatnya lebih portebel.

 Dalam periode ini juga melihat perkembangan sejumlah program managemen yang memunginkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manufaktur. Pembagian kerja, dimana setiap pekerja melakukan sebagian dari pekerjaan total, meningkatkan prduktivitas. Produksi barang secara masal menggunakan jalur perakitan menjadi hal biasa.  Insinyur mekanik amerika frederick taylor memperkenalkan pendekatan untuk mempelajari pekerjaan guna mengoptimalkan metode pekerja dan tempat kerja Terakhir, prinsip manufaktur yang tepat waktu dan ramping semakin memperhalus cara perusahaan manufaktur dapat meningkatkan kualitas dan output mereka.

     Industri 3.0

 Dalam beberapa dekade terakhir abad ke-20, penemuan dan pembuatan perangkat elektronik, seperti transistor dan, kemudian, chip sirkuit terintegrasi, memungkinkan untuk lebih mengotomatisasi mesin-mesin individual untuk melengkapi atau mengganti operator. Periode ini juga melahirkan pengembangan sistem perangkat lunak untuk memanfaatkan perangkat keras elektronik. Sistem terintegrasi, seperti perencanaan kebutuhan material, digantikan oleh alat perencanaan sumber daya perusahaan yang memungkinkan manusia untuk merencanakan, menjadwalkan, dan melacak arus produk melalui pabrik. Tekanan untuk mengurangi biaya menyebabkan banyak produsen memindahkan komponen dan operasi perakitan ke negara-negara berbiaya rendah. Perpanjangan dispersi geografis menghasilkan formalisasi konsep manajemen rantai pasokan.

     Industri 4.0

 Pada abad 21, Industri 4.0 menghubungkan Internet Of Things (IOT) dengan teknik manufaktur untuk memungkinkan sistem berbagi informasi, menganalisanya, dan menggunakannya untuk memandu tindakan cerdas. Ini juga menggabungkan teknologi mutakhir termasuk manufaktur aditif, robotika, kecerdasan buatan dan teknologi kognitif lainnya, material canggih, dan augmented reality, menurut artikel “Industri 4.0 dan Ekosistem Manufaktur” oleh Deloitte University Press.

 Perkembangan teknologi baru telah menjadi pendorong utama pergerakan ke Industry 4.0. Beberapa program yang pertama kali dikembangkan pada tahap akhir abad ke-20, seperti sistem eksekusi manufaktur, kontrol lantai toko dan manajemen siklus hidup produk, merupakan konsep berpandangan jauh ke depan yang tidak memiliki teknologi yang dibutuhkan untuk membuat implementasi lengkapnya menjadi mungkin. Sekarang, Industri 4.0 dapat membantu program-program ini mencapai potensi penuh mereka.

  B.Apakah keadaan masyarakat sekitarmu          sudah bergeser ke arah Transformasi              Digital? Berikan penjelasan di sertai                contohnya.

 Keadaan masyarakat disekitar saya sudah bergeser kearah transformasi digital dikarenakan banyak masyarakat disekitar sini berniaga atau berdang secara online otomatis yang membeli juga online. Contohnya : Seseorang menjual atau memasarkan barang atau jasa melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram otomatis Secara tidak langsung akan menarik perhatian pembeli secara luas karena hampir semua orang memiliki akun media sosial dmsendiri jadi para pembeli atau konsumen bisa memesan barang secara online menghemat waktu dan tenaga.


C.Apa saja yang disiapkan  untuk               menghadapi perubahan digital sehingga    kamu bisa siap beradaptasi dengan revolusi industri 4.0

Revolusi industri 4.0 tentu akan mengubah hampir semua bidang bisnis, tidak terkecuali pada bidang industri manufaktur. Revolusi industri telah memberikan perubahan yang signifikan seperti komputer yang sangat canggih, robot pintar, hingga kendaraan tanpa pengemudi, hingga sistem otomatis yang dapat dipantau 24 jam dalam bidang industri.

Hampir semua industri saat ini sudah terhubung dengan internet yang tentu akan memudahkan pekerjaan manusia. Perubahan dalam berbagai aspek ini tentu perlu penyesuaian yang matang agar dapat berjalan dengan lancar. Perusahaan harus menyiapkan diri agar dapat menghadapi revolusi industri 4.0 dengan tepat. Beberapa strategi yang perlu dilakukan untuk menghadapi revolusi industri 4.0, seperti:

1. Peningkatan Barang dan Material

Strategi pertama yang diperlukan demi menghadapi revolusi industri 4.0 adalah dengan cara peningkatan barang dan material. Teknologi internet membuat batasan-batasan antar negara seakan menghilang. Saat ini, Anda dapat membeli barang antar negara dengan mudah. Oleh karena itu, untuk menghadapi industri 4.0 perusahaan harus melakukan perbaikan pada kualitas dan kuantitas barang serta material.

Selain peningkatan kualitas dan kuantitas, peningkatan dari sektor teknologi juga dibutuhkan agar dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan produksi.

2. Tingkatkan Kualitas SDM

Untuk menghadapi revolusi industri 4.0 perusahaan mau tidak mau harus meningkatkan kualitas SDM agar dapat memenuhi standar global.  Pada era digital, robot mulai menggantikan peran dan pekerjaan manusia. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena robot tidak akan bekerja dalam semua sektor.

Robot belum bisa menggantikan pekerjaan yang berhubungan dengan interaksi manusia dan pengetahuan. Robot juga memerlukan teknisi yang dapat mengatur sistem dan pengaturannya. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk dapat mengaplikasikan dan mengontrol teknologi secara maksimal.

3. Penggunaan Internet of Things

Teknologi internet terus meningkat, hampir setiap industri sudah menggunakan teknologi internet dalam kehidupan sehari-hari. Perusahaan mau tidak mau harus beradaptasi dengan teknologi internet dan diharapkan mampu menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality.

Perusahaan harus membangun proses IT yang pintar untuk dapat mengelola sistem yang sudah terhubung dengan koneksi internet. Selain dapat mengoptimalkan pekerjaan, teknologi internet juga akan mampu menghemat biaya produksi.

4. Membuat Aturan & Kebijakan Baru

Setiap perusahaan tentu memiliki aturan dan kebijakannya masing-masing yang memiliki proses yang berbeda-beda. Penggunaan teknologi internet tentu akan membuat alur pekerjaan menjadi berbeda. Perusahaan harus membuat peraturan dan kebijakan yang sesuai dengan pengaplikasian teknologi internet.

Beberapa aturan dan kebijakan yang biasanya diubah adalah kebijakan dalam suplai bahan baku, pembagian tugas kerja, dan memastikan karyawan mengerti tentang cara penggunaan teknologi yang perusahaan miliki.

5. Memperluas Networking

Salah satu strategi yang perlu dilakukan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 adalah dengan cara memperluas networking yang ada. Memiliki networking yang luas sangat diperlukan untuk membuka peluang-peluang baru. Selain memperluas networking, perusahaan juga harus meningkatkan kualitas dan layanan yang akan diberikan kepada konsumen.

Jika konsumen puas dengan pelayanan dan produk Anda, bukan tidak mungkin, konsumen akan ikut mempromosikan perusahaan Anda kepada orang lain.

Nah, itulah 5 strategi yang harus disiapkan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Jika Anda ingin membangun perusahaan manufaktur ada baiknya Anda mencarinya di kawasan industri yang memiliki fasilitas lengkap dan memiliki lokasi strategis karena dekat dengan jalur transportasi.

Salah satu kawasan industri yang memiliki lokasi strategis adalah Karawang New Industry City (KNIC). Berlokasi dekat dengan ibu kota Jakarta dan memiliki banyak akses menjadikan KNIC kawasan yang cocok untuk membangun gudang dan menyewa gudang.

Selain itu, KNIC memiliki 6 akses infrastruktur nasional seperti jalur tol Jakarta-Cikampek, jalur LRT Jabodetabek, jalur Trans Jawa, Railway Jakarta-Bandung, Bandara Internasional Kertajati, dan pelabuhan Patimban.

Selain itu KNIC juga didukung fasilitas seperti listrik premium, gas alam, dan koneksi internet cepat untuk mendukung kinerja perusahaan manufaktur. 


Sekian tentang pembahasan kita tentang revolusi industri 4.0 Terimakasih

Komentar